Selamat pagi sayangku, cintaku, permaisuriku, bidadariku, manisku, cantikku, rembulan cintaku, bintang kejoraku, matahariku, pelangi hatiku, melatiku, peri cantikku, mahadewiku, my sweety, my honey, my edelweiss, my heart, my love, i just wanna say i love u, met makan sahur ya..
smg Allah mnerima puasa qta..
Dari Abu Hurairah ra., bahwasanya Rasulullah saw. bersabda : “Tuhan kami yang Maha Suci dan Maha Tinggi setiap malam turun ke langit dunia ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. Dia berfirman : “Barangsiapa yang bermohon kepadaKu maka Aku perkenankan. Barangsiapa yang mohon kepadaKu maka Aku beri, dan barangsiapa yang mohon ampun kepadaKu maka Aku ampuni”. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).
met makan sahur yaw…
Dari Abu Hurairah ra. Dari Rasulullah saw. bersabda : “Allah setiap malam turun ke langit dunia sampai lewat sepertiga malam yang pertama. Dia berfirman : “Akulah Raja. Akulah Raja. Barangsiapa yang berdo’a kepadaKu, maka Aku memperkenankannya, barangsiapa yang minta kepadaKu maka Aku memberinya. Barangsiapa yang mohon ampun kepadaKu maka Aku mengampuninya”. Dan senantiasa demikian sampai fajar bersinar”. (Hadits ditakhrij oleh Muslim).
met makan sahur yaw…
ragukanlah bumi ini berputar
ragukanlah matahari itu berpijar
ragukanlah bintang itu bercahaya
tapi jgn ragukan cintaku pdmu..
met sahur ya..
ABCDEF – Always Be Carefull Don’t Ever Forget me
JKLMNOPQRSTUVW – Juz Keep Lovin’ Me coz No Other Person
Quite Right Shall Treat U Very Well
XYZ – Xee You Zoon.
met sahur ya
aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
met makan sahur ya…
mam yg bnyk yah biar km ma buah hati qta slalu sehat.
Kau bukan saja terindah,
tapi juga terdalam dalam hidupku. Tak salah lagi,
aku memilih mencintaimu..
met makan sahur ya…
Di suatu hari. aku rela menunggu jawab cintamu.
Kini, atau nanti, tak ada bedanya..
met sahur deh,
makan sahur yg bnyk ya
Aku terlalu lelah mengeja hari tanpa sandaran cinta pasti.
Hanya sepi yang tersisa, selebihnya adalah wajahmu yang kucipta.
met makan sahur ya…
Tak lelah ditebas mimpi semu, tak hilang disembunyikan langit hitam.
Cinta atau bukan, yang pasti kau tetap yang terindah dalam hidupku.
met makan sahur ya…
Tak pernah ada kata terlambat untuk mengatakan cinta.
Ungkapkan saja, biar semua menjadi nyata.
met makan sahur ya…
Yang kuharap malam ini hanya tenangmu. Yang kuinginkan saat ini hanya
damaimu. Yang kupinta detik ini hanya bahagiamu.
Met makan sahur , sayang.
Rebahlah di peraduanmu dengan kepala tengadah dan hati tak resah.
Percayalah, aku selalu gelisah bila tidurmu diselimuti gundah.
met makan sahur ya…
Ku iNgin
katakan
sesuatu
padamu
but
jangan
marah
yawh!
ku
tw ni3
terlalu
cepat
sebelumku
terlambat
&
sebelum
orang
lain
katakan
padamu
lebih
baik
ku
katakan
sekarang
met makan sahur ya..
maem yg bnyk yah…
berdua denganmu pasti lebih baik aku yakin itu,
bila ku sendiri hati bagai langit berselimut awan…
met makan sahur ya..
kamu adalah perempuan paling cantik di negeriku indonesia,
kamulah yang nomer satu.
aku tak akan bisa sukai lagi perempuan yang lainnya..he2,
met makan sahur ya..
mata yang paling indah hanya matamu,
sejak dahulu kurasakan tak pernah berubah,
sinar yang paling indah dari matamu sampai kapanpun itulah yang terindah…
met ma'em sahur ya..
malam-malamku bagai malam seribu bintang bila kau disini tuk sekedar menemani
tuk melintasi wangi yang slalu tersaji di satu sisi hati… hehe..
Met mkn sahur yah..
Kamis, 18 Juli 2013
pantun ramadhan
Sabtu, 13 Juli 2013
romawi kuno
Peradaban Romawi Kuno, Zaman Kerajaan, Republik, Kekaisaran, Sistem Pemerintahan, Penduduk, Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi, Kepercayaan, Peninggalan, Kebudayaan
Artikel
dan Makalah tentang Peradaban Romawi Kuno,
Zaman Kerajaan, Republik, Kekaisaran, Sistem Pemerintahan, Penduduk, Ilmu
Pengetahuan Dan Teknologi, Kepercayaan, Peninggalan, Kebudayaan - Menurut
kepercayaan, kata Romawi berasal dari nama kakek moyang bangsa Romawi, yaitu
Remus dan Romulus. Kedua orang tersebut adalah anak dari Rhea Silva, salah
satu keturunan Aeneas (pahlawan Perang Troya), semasa kecil mereka disusui dan
dibesarkan oleh seekor serigala. Mengenal kata Roma mengingatkan kepada ibukota
negara Italia. (Baca juga : Peradaban Kuno di Eropa)
Memang,
peradaban Romawi ini terletak di negeri Italia, tepatnya berada di Pegunungan
Apenina. Lembah pegunungan Apenina merupakan lahan-lahan yang subur dan cocok
untuk dijadikan sebagai lahan pertanian, oleh karena itu masyarakat yang
tinggal di sana
memiliki mata pencahariaanya sebagai petani gandum, jagung dan sayur-sayuran.
Di
Pegunungan Apenina ini ditemukan pula tambang-tambang mineral yakni emas, bijih
besi, tembaga, batu pualam dan marmer. Malah, marmer yang dihasilkan merupakan
jenis yang berkualitas tinggi dan sangat baik untuk bahan bangunan.
1. Penduduk
Penduduk
asli romawi tinggal di Italia bagian Utara, tepatnya di sekitar Danau Maggiore.
Mereka mendapatkan makanan dengan cara bertani, berburu dan menangkap ikan.
Pada masa zaman besi (1000-600 SM), bangsa pendatang muncul di Italia
diantaranya bangsa Umbria
di bagian utara, Latin di lembah Sungai Tiger dan Samnite di Selatan. Sungai
Timber berada di bagian tengah Itali, dan dari sinilah selanjutnya muncul
kerajaan Romawi yang menyebar hampir ke seluruh daratan Eropa, Asia dan Afrika. Kebudayaan tersebut dikenal dengan
kebudayaan Latin.
2. Pemerintahan
a. Zaman Kerajaan
Pada
abad ke 8 – 7 SM, wilayah Italia Selatan dan Pantai Sicilia merupakan koloni
dari Yunani. Koloni Yunani di Italia tidak ditanggapi oleh bangsa Romawi
sehingga keduanya pun tidak pernah bersatu. Pada waktu yang hampir bersamaan,
datanglah bangsa Etrusci datang dari Asia Kecil menuju pantai barat Italia
dengan kemampuan teknologi yang lebih maju dan tidak melakukan percampuran
darah dengan bangsa asli maupun bangsa pendatang terdahulu, mereka menguasai
beberapa kota di Romawi yang sudah terbentuk sebelumnya. Kekuasaan Estruci
merebut Kota Roma dan menjadikannya sebagai ibukota. Kota Roma pun mengalami
kemajuan dalam bidang perdagangan dengan bangsa-bangsa yang berada di sekitar
Laut Tengah. Karena adanya saingan, pada tahun 535 SM Etrusci bersekutu dengan
Kartago lalu berhasil mengusir Yunani dari tanah Italia.
Di saat
krisis adanya ancaman keamanan, akhirnya Yunani dan bangsa Romawi dapat bersatu
mengusir Kartago dan Etrusci (509 SM), dan dapat menguasai ibukota Roma.
Interaksi antar bangsa-bangsa yang datang ke Italia membentuk suatu percampuran
kebudayaan, orang-orang Romawi mengambil budaya Etrusci dan Yunani yang dikembangkan
sendiri, seperti halnya huruf alfabet yang dikenal sekarang.
b. Zaman Republik
Bangsa
Latin adalah bangsa terbesar menempati wilayah Romawi. Pola hidup semula bangsa
Latin mengandalkan dari alam dengan cara bertani dan beternak, namun sejak kedatangan
Yunani, Etrusci dan Kartago mengubah pola hidup semula dan mencoba mengadopsi
semua ilmu dan teknologi yang diperolehnya.
Terusirnya
bangsa Etrusci, bangsa Roma membentuk sistem pemerintahan dalam bentuk Republik
yang terdiri dari negara-negara kota
seperti polis di Yunani. Dalam kehidupan sosial, Romawi terdiri dari dua
kelompok yang berpengaruh, yaitu Patricia dan Plebeia. Masing-masing kelompok
memiliki ciri khas tersendiri, Patricia terdiri dari penguasa tanah yang besar
sedangkan Plebeia terdiri dari golongan masyarakat kecil dan menengah
(pedagang, seniman, petani). Walaupun jumlah Patricia sangat sedikit (8% dari
jumlah bangsa Romawi) dominasi kaum Patricia dalam pemerintahan sangat
berpengaruh sehingga republik ini disebut pula Republik kaum Patricia.
Lima tahun
sejak kemenangan Romawi atas Etrusci, bentuk pemerintahan diubah dari negara kota menjadi imperium
yang dipimpin oleh dua orang konsul. Kedua konsul diharuskan dari golongan
Patricia dan memiliki kekuasaan yang sama dan dapat memveto satu sama lainnya.
Sebagai penasihat konsul dibentuklah lembaga penasehat (Senat), lembaga perwakilan
distrik (Comitia Curiata) dan lembaga perwakilan pemimpin militer (Comitia
Centuriata).
Golongan
Plebei mengajukan petisi persamaan haknya dengan Patricia dalam hal berpolitik,
maka dibentuklah Tribunate of Pleibei yang memperbolehkan hak veto dari Comitia
Curiata kepada Senat dan Comitia Centuriata. Orang Romawi percaya bahwa negara
yang baik harus dikuasai dengan imperium, dengan kepercayaan ini Romawi
mengembangkan wilayahnya ke luar wilayah Romawi. Setelah kemenangan Romawi atas
Yunani timbullah kepercayaan diri dan membangun kekuatan militer untuk memukul
mundur pasukan Phunisia (Phoenix),
yaitu Kartago dari Afrika Utara.
Peperangan
pun terjadi sebanyak tiga kali, yaitu tahun 264 SM saat Romawi merebut Pulau
Sisilia, tahun 241 SM saat Romawi diserang oleh Hannibal (panglima perang
Kartago) secara tiba-tiba di pegunungan Alpen dan Romawi berhasil menyerang
kembali dan memukul mundur, dan tahun 146 SM saat menguasai Laut Tengah dan
Asia Barat.
Seringnya
terjadi peperangan, mengakibatkan tanah pertanian menjadi tidak terurus dengan
baik, apalagi prajurit Romawi direkrut dari golongan rakyat yang terdiri dari
petani. Akibat adanya kecemburuan sosial di kalangan masyarakat bawah dengan
timbulnya kekuasaan pemilikan tanah oleh golongan Patricia semakin bertambah
maka terjadilah pemberontakan yang dipimpin oleh Spartacus (73-71 SM).
Kondisi
dalam negeri yang bobrok akibat perang saudara, munculnya kaum proletar
(prajurit yang menjadi gelandangan), dan ancaman perang dari bangsa lain
berlangsung lama, senat merasa kewalahan dan tidak mampu menangani masalah
serius tersebut. Kemudian tahun 64 SM muncul tiga tokoh militer yang memiliki
reputasi yang besar. Mereka adalah Pompeius, Crassus dan Julius Caesar yang
dikenal dengan nama Triumvirat (persekutuan tiga serangkai).
Ketiga
orang ini, selalu berseteru dan masing-masing selalu ingin menonjolkan dirinya
dengan mengajukan sebagai konsul di Romawi. Setelah meninggalnya Crassus dalam
pertempuran di Mesopotamia, hubungan buruk
antara Pompeius dan Julius Caesar tak terelakkan lagi. Pompeius mencoba
merangkul Senat dan menyingkirkan saingannya, namun kelihaian Julius Caesar tak
dapat dibendung bahkan berhasil menguasai
Peninsula (semenanjung
Italia) dan membunuh Pompeius di Yunani.
Julius
Caesar pun menjadi pemimpin tunggal Romawi dan menjadikan dirinya sebagai
diktator seumur hidup. Banyak terjadi perubahan semasa pemerintahan Julius
Caesar, mengurangi tugas-tugas Senat, pembaharuan administrasi, memperbaiki
perpajakan, pembuatan perumahan, memperbaiki sistem kalender matahari dan
pengeringan rawa-rawa. Ternyata, perubahan dan kesuksesan Yulius Caesar tidak mendapat
sambutan hangat dari beberapa pihak termasuk dari anak angkatnya Brutus.
Tragisnya, tahun 44 SM Julius Caesar pun dibunuh oleh Brutus.
Kematian
Yulius Caesar menimbulkan kekacauan, Senat ingin kembali menguasai
pemerintahan. Dalam kondisi negara seperti ini, para panglima Yulius Caesar
membentuk triumvirat yang baru terdiri dari Antonius, Lepidus dan Octavianus.
Kekuatan ini dapat menguasai Romawi menjadi terkendali dan membunuh Brutus sang
pemberontak. Atas jasa-jasanya ketiga panglima diberi wilayah kekuasaan,
Antonius menguasai wilayah sebelah Timur (Asia Kecil dan Mesir), Lepidus
menguasai wilayah Selatan (Afrika Utara) dan Octavianus menguasai wilayah Barat
(Yunani dan Spanyol).
Sama
seperti Triumvirat sebelumnya, terjadi perselisihan antara Octavianus dan
Antonius karena curiga akan menjadi penguasa tunggal di Imperium Romawi.
Apalagi, perselisihan terus memuncak saat Antonius menikah dengan Putri
Cleopatra dari Mesir. Di lain cerita, Lepidus pun meninggal. Tahun 31 SM
Octavianus berhasil menghancurkan kekuatan Antonius. Senat kemudian
mengangkatnya menjadi kaisar dan memberi gelar Augustus (Yang Maha Mulia).
c. Zaman Kekaisaran
Dilantiknya
Octavianus menjadi kaisar (penguasa tunggal) menjadikan bentuk pemerintahan
Romawi menjadi kekaisaran dengan Octavianus sebagai kaisar yang pertama.
Keadaan negara pada zaman ini dinamakan Pax Romana, artinya Roma yang damai.
Octavianus memiliki kekuasaan tunggal atas Imperium Romawi yang memiliki
kekuasaan absolut. Ia tidak hanya penguasa dalam bidang pemerintahan dan
politik namun juga sebagai kepala agama. Pembaharuan pun dilakukan dengan baik,
Kota Roma dilengkapi polisi dan pemadam kebakaran, meningkatkan subsidi gandum,
membangun arena olahraga, dan membangun kuil.
Gaius Julius Caesar Augustus (23 September 63 SM–19
Agustus 14), yang bergelar Kaisar Oktavianus Augustus atau Kaisar Agustus
(bahasa Latin: Imperator Caesar Divi Filivs Avgvtvs) (Wikimedia Commons)
|
Setelah
Octavianus meninggal, kekuasaan diserahkan kepada Tiberius (14 - 37 M). Pada
masa ini timbul penyebaran agama Kristen oleh Nabi Isa (Yesus Kristus). Agama
Kristen mengajarkan monotheisme dan tidak mendewakan manusia. Karena demikian,
kaum Kristen dianggap sebagai pemberontak yang akan menjadi raja maka Yesus
Kristus pun dihukum mati dengan cara disalib dan penganutnya ditindas.
Tahun
54 – 68 M Kaisar Nero berkuasa di Romawi. Pada masa ini, sejumlah kaum Kristen
diincar dan dibunuh karena pengikut kristen makin bertambah jumlahnya. Namun keadaan
ini tidak membuat kaum Kristen menjadi gentar, dan membuahkan hasil yang baik
pada masa kekuasaan Konstantin Agung (312-337 M). Perlakuan pengejaran dan
pembunuhan kepada kaum Kristen ditiadakan, ia menyadari dengan benar
nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran-ajaran Yesus Kristus. Sejak itu agama
Kristen ditetapkan sebagai agama negara.
Kepala dari patung Konstantinus yang raksasa di Musei
Capitolini. Gaius Flavius Valerius Aurelius Constantinus (lahir 27 Februari
272 – meninggal 22 Mei 337 pada umur 65 tahun), yang lazim dikenal sebagai
Konstantinus I, Konstantinus Agung, atau (di antara orang-orang Kristen
Ortodoks Timur dan Katolik Timur) dan Santo Konstantin, (Wikimedia
Commons)
|
Konstantin
Agung memindahkan ibukota dari Roma ke Konstantinopel. Keputusan ini merupakan
awal yang tidak baik bagi kekuasaan Imperium Romawi. Pada tahun 400 M, pecahlah
kekuasaan Romawi menjadi dua bagian, yaitu Imperium Romawi Barat dengan ibukota
Roma dan Imperium Romawi Timur dengan ibukota Konstantinopel. Tahun 476 M
Imperium Romawi Barat hancur oleh penyerangan bangsa Jerman. Keruntuhan Romawi
Barat tidak memengaruhi keamanan Romawi Timur, bahkan sempat mengalami kejayaan
pada masa Kaisar Yusthianus tahun 527-563 M. Pada tahun 1543 Imperium Romawi
Timur hancur oleh serangan bangsa Turki.
3. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Ilmu
pengetahuan dan teknologi bangsa Romawi banyak diadaptasi dari
kebudayaan-kebudayaan yang sudah berkembang sebelumnya, misalnya Yunani, Persia,
Etrusci, dan Hellenisme. Mereka tidak hanya mempelajari juga mengembangkannya
menjadi beragam.
Dalam
dunia teknik sipil, ditemukannya teknik membuat beton dan mendirikan bangunan
berbentuk kubah. Bangsa Romawi mampu memanfaatkan berat beton pada kubah
menjadi kekuatannya sendiri dengan ditopang oleh tiang-tiang penyangga. Muncul
pula pengetahuan tentang pembuatan jalan, akuaduk (saluran air gantung), dan
tata kota.
Pengaruh kebudayaan dan teknologi Romawi menyebar hingga
Afrika Utara; tampak di atas reruntuhan tiang-tiang arsitektur Romawi di Kota kuno, Lepcis Magna (Libya). (Wikimedia Commons)
|
Dalam
bidang militer, sistem organisasi diperkenalkan dengan garis komando yang
teratur, dikenal pula istilah-istilah yang masih dikenal hingga sekarang,
seperti legiun, divisi dan lain-lain. Dalam bidang seni pahat, bangsa Romawi
menyukai membuat pahatan objek benda berdasarkan yang dilihat, tidak seperti
bangsa Yunani yang menggunakan sebuah model, seperti sosok manusia yang
dijadikan model dewa. Dalam sistem pemerintahan, bangsa Romawi mengenal sistem
kekuasaan mutlak yang dipimpin oleh satu orang dengan tidak melupakan kewajiban
tanggung jawab pemerintah untuk memberi kesejahteraan kepada rakyatnya.
Dalam
bidang kesusilaan, sifat kesederhanaan bangsa Romawi patut dijadikan sebagai
contoh dalam kehidupan sekarang. Perlakuan antarsesama manusia dianggap sama,
bahkan terhadap budak. Sayangnya, sifat asli ini sudah memudar ketika masuknya
budaya luar yang memperkenalkan unsur duniawi dalam kehidupan.
4. Sistem Kepercayaan
Pada
awalnya bangsa Romawi mempercayai akan kekuatan roh atau dengan kata lain,
kepercayaan mereka adalah animisme. Kekuatan roh ini berkaitan dengan rumah tangga,
sebagai berikut:
(a)
Leres, roh penjaga ladang.
(b)
Penates, penjaga gudang.
(c)
Janus, penjaga pintu rumah.
(d)
Vesta, penjaga api.
(e)
Lares familiaris, penjaga rumah.
Masuknya
kebudayaan Yunani dan Etrusci berubah menjadi polytheisme, dewa-dewa diwujudkan
seperti halnya manusia, bahkan sejak kekuasaan Yulius Caesar raja dianggap
sebagai dewa. Dewa-dewa yang disembah oleh bangsa Romawi hampir sama dengan
dewa-dewa bangsa Yunani namun dengan nama yang berbeda, contohnya Yupiter (dewa
tertinggi), Mars (dewa perang), Venus (dewi kecantikan), Neptunus (dewa laut)
dan lain-lain.
Penyebaran
agama Kristen oleh Santo Petrus dan Paulus ke Eropa turut mengubah kepercayaan
bangsa Romawi menjadi monotheisme. Agama Kristen dijadikan sebagai agama negara
oleh Theodosius (378-395 M), bahkan Kota Roma menjadi pusat agama Katolik.
5. Peninggalan Budaya
Peninggalan
Romawi dalam seni bangun dengan gaya
arsitektural yang indah dan kekuatannya yang kokoh masih dapat ditemui di
Itali, diantaranya adalah bangunan yang terkenal amphiteather di Coloseum,
bangunan ini digunakan untuk mempertontonkan adu gladiator.
Dalam
dunia sastra banyak ditemukan hasil sastra yang dijadikan bahan literatur untuk
belajar bahasa latin. Hasil karya yang terkenal antara lain:
(a)
Epos Aeneas oleh Vergulius.
(b) Ode
dan Satire oleh Horatius.
(c)
Amores oleh Ovidius.
(d) De
Bello Civili oleh Lucan.
(e)
Historia, Annuarium, dan Germania oleh
Tacitus.
Anda
sekarang sudah mengetahui Peradaban Romawi Kuno.
Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.
Referensi
:
Hendrayana.
2009. Sejarah 1 : Sekolah Menengah Atas dan Madrasah Aliyah Jilid 1 Kelas
X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 202.
Langganan:
Postingan (Atom)










